11 Juli 2013

Bank Tertua di Indonesia

Perbankan di Indonesia memiliki sejarahnya masing-masing. Ada yang bertahan untuk terus tumbuh, ada pula yang hilang ditelah zaman. Namun, dari banyaknya bank yang ada di Indonesia saat ini, rata-rata lahir di era 1980-an, manakala pemerintah mengeluarkan Paket Oktober (Pakto), yang memudahkan pendirian bank. Memasuki masa krisis 1997-1998, bank-bank tersebut tak sedikit pula yang terlikuidasi. Banyak yang mengira bank tertua di Indonesia adalah Bank Rakyat Indonesia, namun tahukah Anda bahwa ada bank yang lahir lebih dulu sebelum BRI? Berikut adalah 3 bank tertua di Indonesia. 


1. Bank HSBC (1884)

 
Bank HSBC

Sebagai perintis perbankan modern di berbagai daerah di Asia, HSBC telah mencatat sejarah yang cukup panjang di Indonesia, dimana selama lebih dari 123 tahun HSBC telah melayani nasabah yang ingin mengembangkan peluang perdagangan dan investasi. HSBC (sebelumnya dikenal sebagai The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited) membuka kantornya yang pertama di Indonesia tepatnya di Jakarta (saat itu bernama Batavia) pada tahun 1884 untuk melayani perdagangan komoditi gula yang sangat penting. Dengan berkembangnya kegiatan usaha, pada tahun 1896 HSBC membuka kantor cabang di Surabaya, kota kedua terbesar di Indonesia yang juga merupakan pelabuhan penting dalam perdagangan gula. Catatan sejarah menunjukkan bahwa sejak sekitar tahun 1878, HSBC telah membuka perwakilan di Semarang, yang merupakan pelabuhan penting ketiga di Jawa, yang baru dikembangkan menjadi kantor cabang penuh pada tahun 1994.
Kegiatan usaha terus berkembang sampai saat terjadinya Perang Dunia Kedua, dimana Bank terpaksa menghentikan kegiatannya di Indonesia. Setelah berusaha membuka kembali kegiatannya di Indonesia setelah Perang Dunia Kedua dan begitu pula setelah penutupan usahanya pada pertengahan tahun 1960-an, Bank mendapat ijin perbankan baru pada tahun 1968 dimana Bank menjadi semakin kokoh sejak saat itu. Saat ini HSBC Indonesia menawarkan layanan perbankan dan keuangan dengan jangkauan yang luas seperti layanan perbankan perseorangan, korporasi, perbankan komersial (commercial banking), perbankan institusional (institutional banking), treasury capital & markets, serta perbankan syariah (amanah syariah banking). Pada awal 2009, HSBC telah melayani nasabahnya melalui 113 kantor yang tersebar di 10 kota di Indonesia: Jakarta, Surabaya, Medan, Bandung, Semarang, Solo, Batam, Bogor, Tangerang dan Depok. Hal ini termasuk kantor cabang, HSBC Premier Centre, kantor cabang HSBC Amanah, Express Banking Centres.


2. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (1895)


Bank Rakyat Indonesia

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. merupakan bank tertua di Indonesia. Sejarahnya dimulai kembali pada tanggal 16 Desember tahun 1895, ketika Raden Bei Aria Wiraatmaja mendirikan sebuah lembaga keuangan kecil dengan nama De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden. Lembaga ini adalah sebuah asosiasi berbasis masjid, yang berfungsi untuk mengelola dan mencairkan dana dipercaya untuk masyarakat dalam skema yang sangat sederhana. Selama bertahun-tahun, lembaga ini mengalami perubahan nama dan berkembang dengan kondisi sekitarnya. Pada tahun 1912, nama itu diubah menjadi Centrale Kas Voor Volkscredietwezen, dan pada tahun 1942 – oleh penguasa Jepang itu diubah menjadi Syomin Ginko.
Dalam era kemerdekaan, Syomin Ginko digantikan dengan nama Bank Rakyat Indonesia. Masih akan melalui beberapa perubahan nama, akhirnya pada tahun 1992 nama resmi lembaga itu adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), sebagai salah satu perusahaan milik negara. Hal ini berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 1946 Pasal 1 yang menegaskan BRI menjadi bank milik pemerintah. Pada tahun 2003, BRI menjadi publik terdaftar dengan 30% sahamnya tercatat di Bursa Efek Jakarta (sekarang Bursa Efek Indonesia / BEI) dengan kode ticker dari BBRI. Saat ini, BBRI merupakan bagian dari indeks LQ45 ekuitas, salah satu blue chips saham di BEI. Kini, BRI menjadi salah satu terbesar milik pemerintah, bahkan jumlah nasabahnya pun tercatat yang paling banyak di antara bank-bank sekelasnya.


3. PT Bank Tabungan Negara Tbk (Tahun 1897)

   
Postspaarbank atau Bank Tabungan Negara

Tahun 1897 merupakan awal berdirinya PT Bank Tabungan Negara (BTN) yang saat itu disebut Postspaarbank. Pada tahun 1942, pada masa pendudukan Jepang di Indonesia, bank ini dibekukan dan digantikan dengan Tyokin Kyoku atau chokinkyoku. Kemudian setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia (tahun 1950), bank ini diambil alih oleh pemerintah Indonesia, dan namanya berubah menjadi Bank Tabungan Pos. Nama dan bentuk perusahaan selanjutnya berubah beberapa kali hingga akhirnya pada tahun 1963 diubah menjadi nama dan bentuk resmi yang berlaku saat ini yaitu Bank Tabungan Negara
BTN mencatatkan saham perdananya pada 17 Desember 2009 di Bursa Efek Indonesia (BEI), dan merupakan bank pertama di Indonesia yang melakukan sekuritisasi aset melalui pencatatan transaksi Kontrak Investasi Kolektif-Efek Beragunan Aset (KIK-EBA). Bank milik pemerintah ini kini menguasai pangsa pasar Kredit Kepemilikan Rumah (KPR).


Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar