12 Juli 2013

Kenapa Disiplin Lebih Penting Daripada Motivasi ?

PENGERTIAN DISIPLIN DAN MOTIVASI
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) :
disiplin /di·sip·lin/ n 1 tata tertib (di sekolah, kemiliteran, dsb); 2 ketaatan (kepatuhan) kpd peraturan (tata tertib dsb); 3 bidang studi yg memiliki objek, sistem, dan metode tertentu.
motivasi /mo·ti·va·si/ n 1 dorongan yang timbul pd diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu; 2 Psi usaha yang dapat menyebabkan seseorang atau kelompok orang tertentu tergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendakinya atau mendapat kepuasan dengan perbuatannya.

Sedangkan menurut Wikipedia :
Disiplin merupakan perasaan taat dan patuh terhadap nilai-nilai yang dipercaya termasuk melakukan pekerjaan tertentu yang menjadi tanggung jawabnya.
Motivasi adalah proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuannya. Tiga elemen utama dalam definisi ini adalah intensitas, arah, dan ketekunan.

Disiplin berasal dari bahasa latin Discere yang berarti belajar. Dari kata ini timbul kata Disciplina yang berarti pengajaran atau pelatihan. Dan sekarang kata disiplin mengalami perkembangan makna dalam beberapa pengertian. 
Pertama, disiplin diartikan sebagai kepatuhan terhadap peratuaran atau tunduk pada pengawasan, dan pengendalian. 
Kedua, disiplin sebagai latihan yang bertujuan mengembangkan diri agar dapat berperilaku tertib.
 
 
DISIPLIN vs SANKSI
Penerapan disiplin kadangkala harus disertai dengan pemberian sanksi bagi orang yang melanggarnya, mulai dari sanksi yang ringan hingga sanksi yang berat. Contohnya di lingkungan Pegawai Negeri Sipil (PNS) 
Diterbitkannya Peraturan Pemerintah No.53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS merupakan langkah awal untuk menciptakan aparatur yang profesional sebagai pengganti Peraturan Pemerintah No. 30 Tahun 1980 yang bersifat umum.
Sanksi bagi pelanggar disiplin tentang ketentuan tidak masuk kerja, seperti tercantum dalam pasal 8, yang memberikan sanksi diatur secara bertingkat (lihat tabel). Selain itu, pelanggaran terhadap kewajiban jam kerja dan mentaati ketentuan jam kerja dihitung secara kumulatif dan jika jumlahnya mencapai 7,2 jam dikonversi menjadi satu hari.

Kelompok  Jumlah hari tidak masuk kerja Sanksi
I 5 - 15 (hari) Disiplin Ringan
  5 teguran lisan
  06 - 10 teguran tertulis
  11 - 15 pernyataan tidak puas secara tertulis
II 16 - 30 (hari) Disiplin Sedang
  16 - 20 penundaan Kenaikan Gaji Berkala (KGB)
  21 - 25 penundaan kenaikan pangkat
  26 - 30 punurunan pangkat selama satu tahun
III 31 - 45 (hari) Disiplin Berat
  31 - 35 punurunan pangkat selama tiga tahun
  36 - 40 penurunan jabatan
  41 - 45 pembebasan jabatan
  ≥ 46 pemberhentian dengan atau tidak dengan hormat
 
 
DISIPLIN vs MOTIVASI
Ada banyak masalah didalam sebuah  motivasi :
1. Motivasi cepat berlalu
Motivasi datang dan pergi sesukanya. Efeknya mungkin tidak akan terasa sampai weekend, akhir hari, atau bahkan hanya bertahan sampai Anda selesai membaca sebuah blog post. Benar-benar cepat berlalu.
2. Motivasi bersifat situasional
Motivasi biasanya berdasarkan pada kondisi Anda sekarang. Bagaimana perasaan Anda? Jika Anda tidak tertarik untuk melakukannya, maka Anda akan meninggalkannya. Anda tidak diharuskan untuk melakukannya, karena Anda memang sedang tidak mau! Tapi kemudian Anda tidak melakukannya dan makin lama merasa makin malas mengerjakannya.
3. Motivasi ada di mana saja
Ke manapun Anda pergi, Anda melihat orang-orang mencoba untuk termotivasi melakukan sesuatu, untuk membuat perubahan. Mereka akan membaca, menonton sesuatu, atau menghadiri sebuah konferensi untuk menjadi ‘termotivasi’, Hal itu tidak membuat mereka ‘beraksi’.
“Saya termotivasi untuk melakukan hal ini.” 
“Saya termotivasi untuk melakukan hal itu.” 
Berhentilah termotivasi dan lakukan sajalah! Anda tidak butuh motivasi, Anda butuh disiplin!

Disiplin benar-benar berbeda dengan motivasi, karena :
1. Disiplin bersifat konsisten
Konsistensi dalam disiplin adalah yang membuatnya disebut disiplin. Anda keluar dari rumah dan melakukannya, hari demi hari.
2. Disiplin menjadi kebiasaan
Disiplin tidak terjadi begitu saja. Disengaja dan diulan-ulang. Setiap hari.
3. Disiplin jarang ditemukan
Disiplin memang tidak terdengar menyenangkan, tapi inilah cara Anda mendapatkan hasil.

Motivasi adalah awalnya, tapi jika tidak dipadukan dengan disiplin, biasanya akan hilang dan berubah menjadi penyesalan ketika Anda menyadari ternyata Anda belum melakukan apapun.


BAGAIMANA CARA AGAR BISA LEBIH DISIPLIN?
1. Buanglah alasan-alasan Anda
Semua alasan itu sangat menggangu. Setiap alasan yang Anda miliki, buanglah sejauh-jauhnya.

2. Ciptakan rutinitas
Jangan menunggu rutinitas ini kebetulan terjadi. Saat Anda sedang mendisiplinkan diri, sama halnya saat memprogram sebuah robot. Tidak ada emosi yang terlibat. Sesederhana “Jika ini, maka itu”...
Karena itulah sebuah perencanaan sangat krusial. Anda tidak perlu menentukan apa yang harus Anda lakukan setiap bangun pagi. Anda tidak perlu memilih dari 100 keputusan yang bisa diambil. Anda memutuskan satu kali untuk menjalankan rencana tersebut dan bangun setiap pagi untuk melaksanakannya. Anda sudah memutuskan dan akan menjalankannya. Anda tidak perlu memutuskan apa-apa lagi, Anda hanya perlu melakukannya.

3. Putuskan bahwa hal ini benar-benar bernilai
Tentu, membuat keputusan awal akan sangat sulit. Tanyakan pada diri sendiri, seberapa Anda menginginkannya? Anda tentu harus mengorbankan sesuatu. Jika Anda benar-benar menginginkannya, maka pastinya hal tersebut sangat bernilai. Jika Anda memutuskan hal tersebut bernilai untuk Anda, maka ...

4. Berinvestasilah di dalamnya
Uang memang memiliki cara untuk mengatur prioritas Anda. Di manakah Anda menghabiskan kebanyakan waktu Anda? Lihatlah ke mana Anda paling banyak menghabiskan uang. Mungkin ada korelasi pada keduanya. Berinvestasilah dalam apapun yang ingin Anda lakukan. Buatlah keadaan apabila Anda tidak mencapainya menjadi sesuatu yang menyakitkan.
Ada seseorang yang memulai tantangan mendapatkan perut sixpack, ia memberi tahu temannya bahwa ia akan memberikan $500 pada orang yang paling ia benci, musuh bebuyutannya.
Tentunya, setiap pagi ia akan berpikir sebagaimana kesalnya memberikan uang $500 pada orang yang paling dibencinya. Setelah dua minggu pertama, ia sudah memiliki momentum yang cukup sehingga tidak membutuhkan motivasi lagi, tapi harus sangat yakin bahwa pada minggu-minggu pertama investasi tersebut cukup kuat untuk membuat disiplin menjadi prioritasnya.
Berinvestasilah pada tujuan Anda. Bertaruh atau sewalah seorang pelatih, tapi berinvestasilah pada sesuatu yang benar-benar berarti bagi Anda, dan akan membantu untuk mengubah prioritas sesuai yang Anda mau.

5. Teruslah melakukannya
Saat Anda benar-benar ingin menyerah, jangan berhenti. Teruskan. Disiplin tidak bergantung pada perasaan Anda. Hal ini akan tetap berjalan walaupun seberapa jeleknya mood Anda.
When you think you are done, you’re only 40% of what your body is capable of doing. That’s just the limit that we put on ourselves. – David Goggins

6.  Just tell your brain that you will do it
Hilangkan otak Anda dari cara pikir Anda. Pikiran Anda sangat-sangat mengganggu. ‘Dia’ akan memberitahu Anda segala hal yang tidak bisa Anda lakukan karena ingin memproteksi dirinya sendiri. ‘Dia’ mau main aman saja. ‘Dia’ ingin tetap nyaman.
Sedangkan, badan Anda akan duduk diam dan tidak mengatakan apapun, walaupun dia tahu bahwa mampu melakukan triathlon, marathon, memanjat gunung, dan mendapat six pack jika Anda memberinya kesempatan.
Suruhlah pikiran Anda diam dan lakukan saja. Turn off otak Anda.
Saat otak Anda mengatakan bahwa hal tersebut mustahil, katakan padanya, "terima kasih, tapi saya tetap akan melakukannya". Ya, mungkin ini akan berakhir dengan sebuah argumentasi dengan diri sendiri, tapi lakukan sajalah!

7. Pakailah sepatu Anda, dan berjalanlah keluar dari rumah
Jika tidak ada hal lain, bersiaplah dan keluarlah melalui pintu. Rumah, ruangan, dan semua tempat adalah benteng pertahanan yang terkuat. Jika Anda bertahan didalamnya, maka Anda tidak akan pernah pergi keluar. Cobalah memulai. Sadari hal-hal lain di sepanjang perjalanan. Dengan melangkah keluar dari pintu. Anda sudah memenangkan setengah pertempuran.

Anda tidak membutuhkan inspirasi lain. 
Anda tidak membutuhkan motivasi apapun
Anda membutuhkan lebih banyak disiplin dan Anda perlu memulainya sekarang!


Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar